Chapter 2
Mahameru ...
Saya
teringat akan lagu dari salah satu group band ternama indonesia yaitu
dewa 19 masih dengan nama lamanya. sebuah judul yang bertajuk "MAHAMERU"
disisipkan dalam lagu itu. Ya Mahameru adalah sebuah puncak sebuah
gunung yang terletak dibagian timul pulau jawa. Tingginya mencapai 3676
mdpl (meter diatas permukaan air laut) cukup tinggi untuk didaki dan
perlu menyusun perjalanan khusus untuk bisa merengkuh nikmat puncak
tersebut. Saya tidak tahu pasti sejarah gunung ini yang terdapat
sebuah danau pada ketinggian >2100 mdpl. okey semua saya akan
mencoba menjabarkan asal mula puncak gunung ini bisa dinamai "MAHAMERU".
Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuna Tantu Pagelaran yang berasal dari abad ke-15,
pada dahulu kala Pulau Jawa mengambang di lautan luas, terombang-ambing
dan senantiasa berguncang. Para Dewa memutuskan untuk memakukan Pulau
Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India ke atas Pulau Jawa. Dewa Wisnu menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa menggendong gunung itu dipunggungnya, sementara Dewa Brahma
menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan
badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut dengan aman.
Dewa-Dewa
tersebut meletakkan gunung itu di atas bagian pertama pulau yang mereka
temui, yaitu di bagian barat Pulau Jawa. Tetapi berat gunung itu
mengakibatkan ujung pulau bagian timur terangkat ke atas. Kemudian
mereka memindahkannya ke bagian timur pulau Jawa. Ketika gunung Meru
dibawa ke timur, serpihan gunung Meru yang tercecer menciptakan jajaran
pegunungan di pulau Jawa yang memanjang dari barat ke timur. Akan tetapi
ketika puncak Meru dipindahkan ke timur, pulau Jawa masih tetap miring,
sehingga para dewa memutuskan untuk memotong sebagian dari gunung itu
dan menempatkannya di bagian barat laut. Penggalan ini membentuk Gunung
Pawitra, yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Pananggungan, dan
bagian utama dari Gunung Meru, tempat bersemayam Dewa Shiwa, sekarang
dikenal dengan nama Gunung Semeru. Pada saat Sang Hyang Siwa datang ke pulau jawa dilihatnya banyak pohon Jawawut, sehingga pulau tersebut dinamakan Jawa. Lingkungan geografis pulau Jawa dan Bali memang cocok dengan lambang-lambang agama Hindu. Dalam agama Hindu ada kepercayaan tentang Gunung Meru,
Gunung Meru dianggap sebagai rumah tempat bersemayam dewa-dewa dan
sebagai sarana penghubung di antara bumi (manusia) dan Kayangan. Banyak
masyarakat Jawa dan Bali sampai sekarang masih menganggap gunung sebagai
tempat kediaman Dewata, Hyang, dan mahluk halus.
Menurut
orang Bali Gunung Mahameru dipercayai sebagai Bapak Gunung Agung di
Bali dan dihormati oleh masyarakat Bali. Upacara sesaji kepada para
dewa-dewa Gunung Mahameru dilakukan oleh orang Bali. Betapapun upacara
tersebut hanya dilakukan setiap 8-12 tahun sekali hanya pada waktu orang
menerima suara gaib dari dewa Gunung Mahameru. Selain upacara sesaji
itu orang Bali sering datang ke daerah Gua Widodaren untuk mendapat
Tirta suci.
Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 m hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.
sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Semeru

Tidak ada komentar:
Posting Komentar