Chapter 4 ...
Stasiun Malang - Pasar Tumpang Menyenangkan
Sampai mana ya kita, maaf lama updatenya karena kesibukan yang mengharuskan terpending untuk melanjutkan ceritanya. satu hal lagi kawan-kawan pembaca sekalian prinsip kebersamaan kami gunakan dalam perjalanan ini. Seperti pepatah jawa yang mengatakan mangan ora mangan sing penting kumpul, alon-alon wae asal kelakon. Karena harus dengan kebersamaan dan kegigihan yang senantiasa kita pegang dan jadi pedoman.
Sampai saatnya kita dikota apel Malang, kota ini sangat ramai dipagi hari hilir mudik kendaraan umum maupun pribadi mengiringi langkah kami menelusuri hiruk pikuknya kota yang sering dijuliki osing nade atau singo edan kalau kita baca benar. Tujuan kami selanjutnya adalah daerah pasar Tumpang. Dengan menyewa angkot yang banyak nge-tem didepan stasiun Malang kami melaju ketempat tujuan kami berikutnya. Jangan lupa melakukan tawar menawar dengan pemilik angkot sehingga kita mendapatkan harga yang miring. Angkot yang kami tumpangi melaju dengan santai namun pasti kurang lebih 40 menit kami tiba juga di pasar Tumpang. Saya juga masih bingung kenapa bisa dinamakan pasar Tumpang, apa mungkin banyak kendaraan yang bisa ditumpangi untuk mengantarkan kami para pendaki menuju shelter pertama yang berapa dikawasan yang cukup tinggi, entahlah tapi inilah malang dengan banyak keunikan yang mereka sembunyikan. Pasar Tumpang lumayan lengah saat itu kami tiba disana tepat pada saat waktu makan siang. Turun dari angkot kami periksa dan rapikan barang-barang pendakian kita masing-masing. Semua barang sudah dicek dan alhamdulillah tidak ada yang tertinggal. Kami berbagi tugas sebagian dari kami mencari informasi dan menyewa mobil jeep yang akan mengantar kami sampai pos Ranupani, dan sebagian lagi menunaikan ibadah sholat dzuhur dan makan siang. Aku kebagian makan siang dan sholat pada saat itu, dan akhirnya makan siang yang kupilih adalah pecel malang dan peyek kacang, agak pedas sih tapi cukup menggugah selera dan mengganjal perut sampai pos Ranupani nantinya.
Akhirnya jeep yang kami sewa datang, kami satu persatu menaikkan perlengkapan kami ke atas mobil jeep tersebut. Satu demi satu kami susun supaya rapi dan muat untuk terangkut semua. Harga untuk menyewa mobil jeep ini bervariasi tergantung cara kita menawar tentunya. Untuk urusan menawar serahkan saja pada temanku yang satu ini, jago bener dah kalau urusan tawar menawar. Tak lupa kami berfoto-foto ria sekedar membuat kenangan kalau sudah pernah ke pasar Tumpang dan numpak mobil jeep, hehehehe maaf bahasanya campur-campur pembaca sekalian. Berdoa dimulai itulah kata-kata dari leader kami untuk memanjatkan doa semoga perjalanan kami diberi kelancaran berangkat dan pulang kembali dengan selamat tanpa kurang suatu apapun. Lambat namun pasti mobil yang kami tunggangi mengarahkan kami pada perjalanan ke Ranupani dimana pos pendakian pertama terdapat.
Dilanjut nanti lagi ya saudara-saudaraku, masih panjang neah kisahnya bakal tambah seru dah dijamin kedepannnya. Salam menulis ....


















